Liga Muslim Indonesia (LMI) gelar Halal bi Halal dengan Tema “Refleksi Idul Fitri Dalam Potret Progresivitas LMI Menuju Solidaritas Kemapanan Organisasi Untuk Keberkahan Umat”

Liga Muslim Indonesia (LMI) gelar Halal bi Halal dengan Tema “Refleksi Idul Fitri Dalam Potret Progresivitas LMI Menuju Solidaritas Kemapanan Organisasi Untuk Keberkahan Umat” di Pondok Pesantren Al Istiqomah yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II Pasirmalang, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada hari Sabtu (22/5/21).
Dalam Halal Bi Halal Liga Muslim Indonesia (LMI) di Pesantren Al Istiqomah tersebut dihadiri oleh Ketua Umum LMI M. Djabidin Umar, Ketua Yayasan Al Istiqomah H. Sihabudin, Unang Sudarma Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, KH Komarudin Ketua MUI didapingi Buya Royani Dewan Suro MUI, H Hasen Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi dan para tamu undangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Alhamdulillah dengan Rahmat dan puji syukur kepada Allah SWT, pada kesempatan ini bisa dipertemukan dalam Halal Bi Halal Liga Muslim Indonesia (LMI) dengan Tema “Refleksi Idul Fitri Dalam Potret Progresivitas LMI Menuju Solidaritas Kemapanan Organisasi Untuk Keberkahan Umat”,” kata H Sihabudin Ketua Yayasan Al Istiqomah, dalam sambutannya.
H Sihabudin mengupas harapan Pesantren Al Istiqomah bisa melahirkan para Satriawan dan Santriawati yang berwawasan luas dalam segala bidang, berprestasi dan bisa bersaing ditengah perkembangan jaman.
“Dengan semua rencana dan program yang dimiliki pesantren Al Istiqomah, kami yakini dan bertekad ingin lebih berkontribusi untuk kemaslahatan umat dan negara. Semoga rencana yang diagendakan bisa berkembang dan didorong semua pihak, baik pemerintah daerah hingga pusat, utama kami minta doanya dari para tokoh Ulama, MUI, Baznas, Kemenag dan masyarakat, agar apa yang direncanakan terealisasi sesuai harapan umat,” tandas Sihabudin.

Untuk di ketahui Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah dirintis dan didirikan oleh beberapa orang tokoh yang notabene adalah para aktivis dakwah, alumni beberapa pondok pesantren dan perguruan tinggi. Hal inilah yang menjadi sedikit pembeda dengan pesantren lainya yang umumnya didirikan oleh seorang figur sentral, yang pengelolaan dan kepemilikan selanjutnya dikuasai oleh seorang kiai dan bersifat turun temurun.
Namun tidak demikian dengan Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah, pesantren ini didirikan oleh sekelompok orang, yang bahkan memiliki latar belakang organisasi kemasyarakatan yang berbeda, diantaranya adalah PUI, HMI, PMII, dan PII. Yang menjadi ‘simpai pengikat’-nya, adalah kesamaan idealisme dalam upaya menyemaikan nila-nilai luhur yang menjadi intisari Islam yakni; Keadilan Ilahi, Kemerdekaan Sejati dan Persaudaran Universal.

Para perintis dan pendiri Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah ini dikomandani oleh seorang Kiayi yang berwawasan kosmopolit dan mondial, bersikap elegan dan egaliter. Seorang alumni IAIN syarief Hidayatullah, yaitu KH Royanuddin AS yang akrab disapa ‘Buya’. Beliau adalah murid langsung dari seorang ulama karismatik dan eksentrik Mama Ajengan Badri Sanusi yakni putra dari ulama besar Mama Ajengan Ahmad Sanusi Sukabumi.
Beliau juga adalah murid ‘khusus’ langsung dari ulama besar Tasikmalaya Mama Ajengan Khoer Affandi. Ketika mahasiswa beliau adalah aktivis pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bahkan saat masih duduk di bangku SLTP beliau sudah menjadi aktivis yang cukup progress dan mobile pada salah satu organisasi pelajar yaitu Pelajar Islam Indonesia (PII).
Dengan latar belakang seperti terurai di atas, tak heran jika pada saat menjadi mahasiswa beliau pernah mondok di hotel ‘prodeo’ alias penjara, ekses dari represivitas rezim Orde Baru atas aktivitas-aktivitas beliau yang membuat gerah pemerintah saat itu. Inilah hal unik selanjutnya, dimana sejarah kelahiran Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah, didirikan oleh seorang mantan tahanan politik yang tak memiliki modal apapun kecuali kehendak dan cita-cita.

Pengasuh :
-KH Royanuddin AS
-Ust. Abdurrahman Badruddin,
-Ust. Acun Basuni, BA

Pendidikan :
Pondok pesantren ini juga merupakan pesantren yang masih mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik, meskipun di daerah Babakan itu sendiri telah banyak berdiri pondok pesantren lain. Akan tetapi santrinya tidak kalah banyak dengan pondok pesantren yang ada di sekitarnya. Selain itu, pondok ini juga memiliki program bagi masyarakat sekitar yaitu Majlis Ta’lim sabtunan (bapak-bapak), selasanan (ibu-ibu) dan sebagainya.

Pendidikan Formal :
-MTs
-MA
Pendidikan Non Formal :
-Madrasah Diniyah
-Tahfidzil Qur’an
-Tahassus Pendalaman  Kitab Kuning

Acara Halal Bi Halal dilanjutkan pada malam hari hingga Minggu dini hari dengan peserta internal pengurus dan anggota LMI membahas mengenai "Refleksi Idul Fitri Dalam Potret Progresivitas LMI Menuju Solidaritas Kemapanan Organisasi Untuk Keberkahan Umat”

Post a Comment

0 Comments